Etanol adalah jenis utama alkohol yang ditemukan di minuman beralkohol, yang dihasilkan oleh fermentasi gula oleh ragi Etanol biasa disebut alkohol atau spiritus dan disebut juga etil alkohol dan minuman beralkohol. Zat ini adalah obat psikoaktif neurotoksik, merupakan salah satu jenis narkoba tertua yang digunakan manusia. Keracunan alkohol dapat terjadi ketika mengonsumsi secara berlebihan. Etanol juga digunakan sebagai pelarut, antiseptik, bahan bakar, dan cairan alternatif pengganti merkuri untuk mengisi termometer. Cairan ini mudah menguap, mudah terbakar, tidak berwarna, dan memiliki rumus struktur CH3CH2OH. Sering disingkat C2H5OH, C2H60, atau EtOH
Kegunaan etanol
Etanol digunakan untuk bahan baku industri atau pelarut (kadang-kadang disebut sebagai etanol sintetis) yang terbuat dari petrokimia sahampakan, terutama oleh asam-katalis hidrasi etilena, diwakili oleh persamaan kimia
C2H4+H 20 CH3CH2OH
Etanol terbentuk dari 3 senyawa, yaitu karbon, hidrogen dan ok sigen. Etanol merupakan cairan yang mudah menguap dengan aroma yang khas dan tak berwarna. Dapat terbakar tanpa asap dengan lidah api berwarna biru yang kadang-kadang tidak ter lihat pada cahaya biasa. Etanol adalah cairan yang sangat mu dah terbakar, mudah menguap. Alkohol sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Etanol juga tidak berwarna.
Masyarakat awam lebih mengenalnya sebagai alkohol. Ini karena ada etanol sebagai bahan utama, atau zat utama dari etanol tersebut bukan metanol ataupun yang lain. Dalam segala yang terikat pada atom karbon, dan yang memiliki gugus hidroksil
(-OH), alkohol juga dikenal sebagai senyawa organik. Etanol yang berarti alkohol ini sering digunakan dalam ilmu farmasi dan ilmu kimia, sehingga jika dihubungkan dengan ilmu farmasi maka akan memiliki arti tersendiri yang lebih luas.
Dalam kimia, etanol adalah pelarut penting yang digunakan untuk stok senyawa sintetis. Etanol juga digunakan sebagai baham bakar. Etanol digunakan sebagai pelarut karena untuk konsumsi dan penggunaan pada manusia, contohnya pada pemakaian pewarna makanan, perasa, obat-obatan serta parfum. Etanol merupakan pelarut serbaguna. Dia dapat larut dalam air dan pelarut organik lain, meliputi asam asetat, aseton, benzena, karbon tetraklorida, kloroform, dietil eter, etilena glikol, gliserol, nitrometana, piridina, dan toluena. Selain dapat larut dalam pelarut organik dan dalam air, etanol juga larut dalam hidrokarbon alifatik yang ringan seperti pentana dan heksana, dan juga larut dalam senyawa klorida alifatik seperti trikloroetana dan tetrakloroetilena.
Etanol juga sebagai salah satu komponen bahan pembersih. Dalam dunia medis, etanol digunakan sebagai bahan untuk sterilisasi permukaan (meja kursi), sebagai pengawet atau pelarut dalam obat, merupakan antidotum pada keracunan metanol dan etil englikol. Etanol juga digunakan secara luas sebagai pelarut di industri dan penelitian.
Etanol merupakan bahan dasar dari berbagai macam minuman beralkohol seperti bir, wine, vodka, cognac, dll. Etanol yang digunakan berasal dari fermentasi buah dan biji-bijian seperti anggur, malt/barley, dan beras (gizmodo.co.uk).
Para ilmuwan percaya bahwa zat-zat kimia dalam anggur merah (polifenol) menghambat zat kimia yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Alkohol pada umumnya dihubungkan dengan meningkatnya apa yang disebut kolesterol baik. Hal itu juga bisa mengurangi bahan-bahan yang dapat menyebabkan pembekuan darah.
Apapun manfaat alkohol, semua itu diperoleh dengan minum dalam jumlah kecil dan dilakukan secara merata sepanjang minggu, daripada mengonsumsinya sekaligus dalam suatu acara pada satu malam. Minum lebih dari dua takar per hari dikaitkan dengan meningkatnya tekanan darah, dan minum berlebihan akan meningkatkan risiko stroke. pembengkakan jantung serta detak jantung yang tidak teratur. Minum secara tidak beraturan menimbulkan berbagai problem dan risiko kesehatan lain yang meniadakan pengaruh positif alkohol terhadap sistem peredaran darah dan jantung. Jadi meski ada manfaatnya, minum terlalu banyak akan berakibat merusak.
Bahaya mengonsumsi etanol dalam jumlah tak wajar dan kontinu
Senyawa etanol yang terdapat pada minuman, bahkan makanan, bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak terlalu sering tidak akan berbahaya bagi tubuh. Tetapi harus diketahui bahwa senyawa etanol memberi efek menagih sehingga kebanyakan mengonsumsinya secara berlebihan akan membahayakan tubuh konsumen itu sendiri.
Karena etanol tergolong depresan, etanol dapat memengaruhi sistem saraf manusia dan menimbulkan efek psikoaktif karena mampu mengubah kesadaran manusia. Kadar etanol dalam darah di atas 0,4% dapat menyebabkan kematian; kadar 0,3% dapat menyebabkan kelumpuhan dan pingsan; kadar 0,14% dapat menurunkan aliran darah ke otak; kadar 0,1% dapat menyebabkan mual, muntah, gangguan fungsi sensorik dan motorik, dan gangguan kognisi; dan kadar 0,05% dapat menyebabkan euphoria, banyak bicara dan relaksasi. Saat mengemudi kendaraan hendaknya kadar alkohol dalam darah di bawah 0,02% atau 0,08%. Penghentian konsumsi alkohol setelah beberapa tahun menjadi peminum berat juga bisa berakibat fatal berupa kecemasan, disfungsi otonom, kejang, dan halusinasi.
Berikut ini efek terhadap tubuh yang dihasilkan karena mengonsumsi etanol:
1. Menghilangkan kesadaran: Minum atau mengkonsumsi minuman hasil fermentasi dan mengandung etanol dapat menghilang kan kesadaran seseorang. Layaknya orang mabuk pada umumnya, tiba tiba merasa seperti sedang terbang dan pikirannya tidak dapat fokus.
2. Menimbulkan rasa mual: Minum atau mengonsumsi minuman hasil fermentasi dan mengandung etanol juga menimbulkan rasa mual Khususnya bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol seperti etanol Ini akan mennyebabkan muntah sehingga membuat badan lemas.
3. Memicu sakit kepala Bagi mereka yang tidak biasa, sakit kepala bisa langsung menyerang, terasa sangat tidak enak Mereka yang baru saja mengonsumsi etanol dilarang minum obat penghilang rasa sakit kepala karena akan keracunan
4. Merusak jaringan dalam tubuh: Mengonsumsi etanol secara berlebihan dan secara rutin dapat membuat jaringan tubuh rusak satu per satu. Meski hasil fermentasi makanan yang bernutrisi, senyawa etanol juga menjadi racun untuk organ dalam tubuh. Bahaya pengawet makanan juga dapat menye babkan kerusakan jaringan.
5. Gangguan ginjal: Etanol juga dapat menimbulkan gangguan ginjal, seperti batu ginjal ataupun gagal ginjal. Ginjal sulit mengolah etanol menjadi urin.
6. Gangguan hatt Selain ginjal yang terganggu, hati atau liver juga akan terganggu bila mengonsumsi etanol secara ber lebihan. Hati tidak dapat berfungsi dengan baik bila su dah mengalami gangguan. Hal ini berhubungan dengan kondisi kesehatan dalam waktu lama.
7. Gangguan janin pada wanita hamil: "Alkohol jauh lebih berba haya bagi janin yang sedang bertumbuh dibanding penyalah gunaan narkoba jenis apapun, lapor International Herald Tribune. Bila wanita hamil minum, anak yang di kandungan akan ikut minum. Alkohol sangat merusak pada tahap pembentuk an janin. Alkohol menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki atas sistem saraf- pusat. Sel-sel neuron tidak akan terbentuk secara wajar. Sel-sel mati Sel-sel lain tumbuh di tempat yang salah.
Akibatnya, akan timbul apa yang disebut sindrom alkohol janin (fetal alcohol syndrome -- FAS), yang menjadi penyebab utama keterbelakangan mental pada bayi. Kesulitan yang dialami oleh anak-anak FAS mencakup cacat intelektual, problem bahasa, keterbelakangan, disfungsi atau cacat perilaku, pertumbuhan yang lambat, hiperaktif, dan gangguan pendengaran serta penglihatan. Banyak bayi FAS terlahir dengan kelainan bentuk yang khas pada wajah.
Konsumsi alkohol lebih dari 3x dosis standar harian meningkatkan potensi serangan jantung dan stroke. Risiko lainnya berupa penyakit jantung koroner, risiko tinggi aritmia jantung dan gagal jantung kongestif. Pusat Penelitian Kanker Internasional (IARC) memasukkan etanol dalam minuman beralkohol ke dalam golongan senyawa karsinogenik (penyebab kanker) kelas I. Sudah banyak eksperimen yang membuktikan bahwa etanol merupakan agen penyebab kanker pada makhluk hidup.
Tip menghindari keracunan etanol
1 Minum alkohol dalam jumlah sedang. Jika Anda memilih untuk minum alkohol, minumlah dalam jumlah moderat. Untuk orang dewasa yang sehat, hal ini berarti paling banyak satu gelas sehari untuk wanita dari segala usia dan laki-laki yang berusia di atas 65 tahun. Paling banyak dua gelas sehari untuk pria yang berusia di bawah 65 tahun. Akan sangat baik bila Anda benar-benar menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol
2 Jangan minum alkohol saat perut kosong. Mengonsumsi makanan sebelum minum alkohol dapat memperlambat pe nyerapan alkohol dalam tubuh, meskipun tidak akan mence gah keracunan alkohol jika, misalnya, Anda pesta minuman keras
3. Berilah pengertian kepada anak di bawah umur yang me ngonsumsi minuman beralkohol, karena etanol terbukti lebih berisiko bila diberikan kepada anak di bawah umur dan ibu hamil Bukti medis menunjukkan bahwa anak-anak yang diper ingatkan tentang bahaya alkohol oleh orang tua mereka dan memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tua mereka cenderung minum lebih sedikit.
4. Simpan minuman beralkohol di tempat yang aman. Jika Anda memiliki anak-anak kecil, simpanlah produk yang mengandung alkohol, termasuk kosmetik, obat kumur dan obat-obatan lain di luar jangkauan mereka. Gunakan kamar mandi dan lemari dapur yang tidak bisa diakses dengan mudah oleh anak-anak untuk mencegah kontak mereka dengan pembersih rumah tangga. Simpan barang-barang beracun di garasi atau area penyimpanan yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Pertimbangkan untuk menyimpan minuman beralkohol di tem pat terkunci.
5. Dapatkan perawatan lanjut. Jika pernah dirawat karena keracunan alkohol, pastikan untuk melakukan perawatan lan jutan. Konsultasikan dengan profesional kesehatan, khusus nya tenaga medis profesional yang berpengalaman menangani ketergantungan zat kimia. Mereka dapat membantu Anda menghilangkan kecenderungan untuk pesta minuman keras di masa depan.
Ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat mengenai cara-cara khusus untuk menangani keracunan alkohol. Setelah ditelaah ternyata efek keracunan alkohol tidak dapat dibalikkan.
Beberapa tindakan bahkan dapat memperburuk dan beberapa di antaranya tidak benar sama sekali. Mitos-mitos tersebut antara lain:
1. Kopi hitam atau kafein - kopi hitam tidak bisa melawan efek keracunan alkohol
2 Mandi air dingin - Shock dingin dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.
3. Menghilangkan efek alkohol dengan berjalan - Hal ini tidak dapat meningkatkan kecepatan tubuh memetabolisme alkohol
4. Menghilangkan efek alkohol dengan tidur - Seseorang dapat kehilangan kesadaran saat tidur.
Menurut Stanley M. Zildo, seperti dikutip dari bukunya yang berjudul First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat, gejala overdosis alkohol berupa koordinasi berkurang, bicara meracau, pernapasan tak normal, cenderung tidak sadar, mata memerah dan ada kemungkinan koma.