Beberapa waktu yang lalu kita mendengar berita Azwar, salah satu pelaku kekerasan seksual siswa di Jakarta International School (JIS) tewas karena minum pembersih lantai merek Porstek Porstek sendiri adalah merk desinfektan yang salah satu bahan aktifnya adalah HCL 17%. Dalam paparan dan dosis tertentu, HCI sangat berbahaya bila terpapar pada tubuh sehingga kita harus mewaspadainya.
Apa sebenarnya HCl itu?
Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCI), termasuk dalam golongan larutan asam kuat dan merupakan komponen utama asam lambung. Senyawa in juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida haru ditangani dengan hati-hati dan tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif. Sejak Revolusi Industri, senyawa ini menjad sangat penting dan digunakan untuk berbagai tujuan, menjad pereaksi dalam produksi massal senyawa kimia organik seper vinil klorida untuk plastik PVC dan MDI/TDI untuk poliuretana Juga digunakan dalam pembersih rumah, produksi gelatin aditif makanan dan pengolahan kulit. Sekitar 20 juta ton ga HCI diproduksi setiap tahun. Pada abad ke-20 proses Leblan digantikan dengan proses Slovay yang tidak menghasilkan asar klorida sebagai produk sampingan.
Dalam dunia industri, HCI atau asam klorida biasa digunaka untuk menghilangkan karat pada logam. HCI juga digunaka dalam pengolahan kulit. Untuk skala rumah tangga, asam klori menjadi campuran pembersih porselin. Salah satu ciri adanya H dalam campuran larutan pembersih porselen atau keramik adal terjadinya gatal-gatal hingga iritasi bila bersentuhan dengan ku Dalam kadar yang tinggi, larutan HCI dapat berakibat fatal, dap merusak jaringan kulit.
Bahaya HCL bila tertelan atau terhirup
Asam klorida termasuk bahan kimia berbahaya (B3). Uap klorin pada larutan HCI pekat (37%) sangat berbahaya bagi sistern pernapasan, dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan kulit. Dalam larutan konsentrasi rendah, larutan HCI dapat menyebabkan gatal pada area yang terpapar. Bahaya terhadap kesehatan tergantung pada konsentrasi larutan, <5% bersifat iritan lemah, 5-10% bersifat iritan kuat,> 10% bersifat korosif.
Beberapa gejala yang ditemukan bila seseorang menelan atau menghirup larutan HCl adalah:
1. Segera setelah kontak, timbul rasa nyeri yang hebat seperti terbakar di sekitar mulut, tenggorokan dan saluran pencer naan, kemudian dikuti dengan muntah, dare, dan pingsan.
2. Muntahan sering disertai darah segar.
3. Dapat timbul gejala asfiksia akibat edemaglottis
4. Demam tinggi.
Pertolongan pertama bila terpapar asam klorida
Jika penderita sadar, berikan minum susu atau air dengan segera sebanyak mungkin, paling sedikit dua gelas dan kemudian bawa ke dokter. Bila penderita tidak muntah, rangsanglah agar muntah dengan menekan tenggorokannya dengan jari. Teruskan perangsangan ini agar terus muntah hingga muntahnya jernih. Jangan merangsang terjadinya muntah pada keracunan asam kuat, basa kuat dan hidrokarbon, atau jika korban dalam keadaan kejang. Jika terjadi kekejangan, berikan pertolongan seperti pertolongan untuk shock, kemudian bawa ke dokter dengan segera. Jika keracunan disebabkan asam kuat atau basa kuat, berikan putih telur, air susu, atau minyak mineral.
HCI teknis yang biasa dijual di toko bahan kimia (kiri), Keterangan pada salah satu produk pembersih porselen yang menunjukkan adanya kandungan HCI dalam produk tersebut. Karena risikonya fatal bila dicampur bahan lain, produsen selalu memperingatkan untuk tidak mencampurnya dengan bahan pembersih lain.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan bila bertemu dengan larutan HCI atau bahan yang mengandung HCl:
Jangan pernah mencampurkan zat pemutih yang mengandung Sodium Hipoklorit/kaporit dengan larutan pembersih kloset seperti Porstex, wipol yang mengandung HCL Bila keduanya dicampur maka akan menghasilkan gas klorin yang beracun. Pencampuran dalam konsentrasi tinggi akan meningkatkan dosis gas klorin yang dihasilkan.
2. Bila menemukan botol HCL pekat dengan konsentrasi 37%, jangan membukanya di tempat tertutup yang tak dilengkapi blower/penghisap udara. Gas klorin akan langsung menyebar begitu dibuka. Paparan langsung/inhalasi dapat menyebab kan gas klorin masuk ke tubuh dan meracuni Anda. Biasanya larutan ini hanya digunakan untuk keperluan lab atau pene litian, namun demikian ada toko kimia yang menjual bahan ini secara bebas.