Manfaat dan Bahaya Asbestos

Antara tahun 1945 hingga 1980, bahan asbestos kerap diguna.kan dalam industri konstruksi di Australia. Seiring waktu, masya rakat mulai menyadari bahwa bahan ini amat beracun dan pe makaiannya dikurangi hingga akhirnya dilarang sama sekali sejak 31 Desember 2003. Namun masih banyak yang berisiko terkena penyakit berbahaya terkait asbestos, terutama para pekerja kon struksi dan penghuni rumah yang masih mengunakan asbestos sebagai atap


Apa itu asbestos?

Asbestos adalah grup dari 6 mineral silikat yang mempunyai serat-serat halus (fibril). Asbestos mempunyai sifat tahan panas dan tahan api. Keenam senyawa yang tergolong asbestos an tara lain chrysotile, tremolyte, anthophyllite, amosite (grunerite), crocidolite (riebec kite), andactinolite; umum digunakan sebagai penyekat dan bahan bangunan, sampai tahun 1970-an, ketika diketahui bahwa asbestos merupakan penyebab penyakit paru paru, bahkan kanker paru-paru. Walaupun dilarang digunakan pada produk rumah tangga, asbes masih diizinkan untuk digu nakan sebagai penyekat ruangan, langit-langit, ubin dan dinding. Demikian juga sebagai pedal rem mobil, paking dan kopling.

Sifat-sifat fisik asbestos adalah:

1. Tahan api
2 Tahan panas hingga suhu 1200°C
3. Tahan zat asam
4 Lentur
5. Tidak bisa menguap
6. Tidak mudah terurai di alam bebas
7. Tidak mampu dikeluarkan secara alami oleh tubuh manusia

Bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh asbes tos

Beberapa puluh tahun lalu di Australia, asbestos digunakan untuk berbagai keperluan konstruksi, untuk membuat bangunan tahan api dan juga digunakan dalam pembuatan atap. Serat asbestos begitu kecil hingga dapat dihirup hingga memasuki paru-paru. Serat-serat tersebut kemudian bisa tertanam di paru paru dan mengakibatkan penyakit yang bisa mematikan, antara lain penciutan paru-paru dan kanker paru-paru mesothelioma Ribuan orang Australia telah meninggal akibat penyakit terkait asbestos.

Gejala penyakit paru-paru mungkin baru terlihat 20-30 tahun setelah terpapar asbestos. Yang paling berisiko adalah mereka yang terpapar asbestos saat bekerja di industri pertambangan, manufaktur, dan konstruksi. Saat ini yang paling berisiko adalah mereka yang bekerja meruntuhkan bangunan-bangunan lama yang masih mengandung asbestos.

Menghirup serat asbestos bisa melukai dan menebalkan lapisan pleura paru-paru. Pleura yang terluka juga bisa mengeluarkan cairan ke rongga antara dua lapisan pleura. Penyakit pleura tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan kesulitan bernapas. Sedangkan penyakit asbestosis adalah luka di paru-paru akibat paparan asbestos. Gejalanya termasuk batuk kering dan rona kebiruan di kulit, akibat kekurangan oksigen. Kanker paru-paru lebih mungkin terjadi pada mereka yang merokok dan juga terpapar asbestos. Gejala berupa batuk, berat badan turun dan adanya darah pada air liur dan dahak. Secara umum lebih cepat didiagnosis semakin baik. Kanker paru-paru yang masih dalam tahap awal kadang bisa diobati dengan operasi. Mesothelioma adalah kanker lapisan paru-paru. Sedikit paparan asbestos dapat mengakibatkan terjangkitnya penyakit ini, tetapi bukan berarti terpapar asbestos pasti akan berbuntut mesothelioma.

Asbestosis

Asbestosis adalah penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat meng hirup serat asbes yang mana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimi awi yang berbeda. Jika terhisap, se rat asbes akan mengendap di dalam paru-paru, menyebabkan terjadinya parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (sela put yang melapisi paru-paru).

Menghirup serat asbes bisa menyebab kan terbentuknya jaringan parut (fibro sis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagai mana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup. Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, kon struksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja as bes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Tindakan preventif

Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang yang terpapar 40 tahun lalu.

 Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang berhubungan dengan asbes dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik dan menggantinya dengan pakaian bersih saat akan kembali ke rumah sehingga tidak ada pakaian kerja yang dibawa pulang. Pekerja harus membersihkan diri atau mandi sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Terkait renovasi rumah, produk dengan asbestos yang tidak diutak-atik dan utuh relatif aman, namun berbahaya bila dipo tong, dibor, atau diamplas karena melalui proses itu serat as bestos bisa terurai dan kemudian terhirup. Sebelum merenovasi dan meruntuhkan rumah, penting untuk mencari tahu produk produk mana dalam rumah yang mengandung asbestos.



Share:

Related Posts:

Popular Posts