Hidrogen sulfida atau H,S adalah senyawa gas yang tidak berwarna, lebih berat daripada udara, mudah terbakar, mudah meledak, korosif, dan sangat berbahaya karena beracun, dengan bau khas telur busuk. Nama lain H,S adalah gas selokan, gas rawa, ataupun gas tinja. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti yang terjadi di rawa dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada aktivitas gunung berapi dan gas alam. Hidrogen sulfida juga dikenal dengan nama sulfana, sulfur hidrida, gas asam (sourgas), sulfurated hydrogen, asam hidrosulfurik, dan gas limbah (sewergas).
HS bila larut dalam air akan menjadi Hydro sulfuric acid, yaitu asam lemah. Bila bereaksi dengan besi akan membentuk senyawa besi sulfida yang sangat mudah terbakar. H,S juga diproduksi dalam tubuh manusia melalui penguraian bakteri protein yang mengandung sulfur di dalam usus. Bila penguraian tersebut terjadi di mulut maka akan timbul bau mulut yang dinamakan halitosis.
Bahaya H2S terhadap kesehatan
H,S lebih berat dari udara sehingga akan selalu berada di dasar suatu bangunan yang tertutup, ventilasi kurang seperti basement, manholes, pipa pembuangan limbah, ruangan besi telepon bawah tanah, lubang pupuk. Jika berat udara adalah 1, maka berat H,S adalah 1,189 (19% lebih berat dari udara).
Rute utama masuk ke dalam tubuh adalah melalui jalan napas, yaitu inhalasi/hirupan. Gas ini dapat secara cepat diserap paru paru. Absorpsi melalui kulit bisa terjadi walaupun hanya sedikit. Di industri, pegawai dapat mencium bau telur busuk atau rotten egg bila ada konsentrasi H,S. Bila terpapar terus-menerus meski dalam konsentrasi rendah, atau terpapar dalam konsentrasi yang tinggi sekaligus, maka indra penciuman bisa lumpuh (olfactory fatigue). Kejadian ini bisa berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu jangan mengandalkan indra penciuman untuk mendeteksi kehadiran gas H,S.
Sebagai tambahan, gas H,S bersifat sangat flammable sehingga bila ada gas mixture bisa terjadi ledakan (explosive). Api bisa menjalar ke sumber api. Jika gas terbakar maka akan mengeluarkan uap dan gas toksik seperti sulfur dioxide. Jika terbakar akan mengeluarkan blue flame. Kontak dengan H,S cair akan menyebabkan frostbite. Jika pakaian terkena H,S cair, maka hindarkan dari sumber api. Amankan dan isolasi pakaian tersebut dan biar kan H,S cair tersebut menguap ke udara.
Toksisitas HS serupa dengan Hidrogen Sianida (HCN) dan CO (karbon monoksida), yaitu membentuk ikatan dengan Fe (besi) di dalam sel, sehingga mencegah respirasi sel. HS secara natural diproduksi di dalam tubuh, yaitu di usus besar. Enzim di tubuh manusia bisa menetralisir racun tersebut dengan proses oksidasi dan membentuk sulfat. Jadi H,S dosis rendah dapat ditoleransi tanpa batas oleh tubuh. Hanya saja enzim oksidasi ini tidak mampu untuk mennetralisir H,S dengan kadar >300 ppm.
Efek H2S konsentrasi rendah
Bisa mengiritasi mata, hidung, tenggorokan dan sistem pernapasan (seperti mata perih dan terbakar, batuk, dan sesak napas). Bagi penderita asma, efek yang dirasakan bisa menjadi lebih berat. Efek ini bisa tidak secara langsung dan baru terasa beberapa jam atau hari kemudian. Pemaparan berulang ataupun jangka panjang dapat menimbulkan gejala mata merah, sakit kepala, fatigue, mudah marah, susah tidur, gangguan pencernaan, dan penurunan berat badan.
H,S sering ditemukan dalam instalasi pertambangan minyak bum karena H,S yang terbentuk di dalam tanah akan terbawa keluar Di selokan dan rawa-rawa juga sering ditemui gas H,S meskipun dalam konsentrasi rendah.
Efek H2S konsentrasi sedang
Gas H,S dalam konsentrasi sedang bisa menyebabkan iritasi mata dan pernapasan yang berat (batuk, susah bernapas, penumpukan cairan di paru), sakit kepala, pusing, mual, muntah, mudah marah
Efek H2S konsentrasi tinggi
Paparan dengan konsentrasi tinggi akan menyebabkan syok, kejang, tidak bisa bernapas, tidak sadar, koma, dan akhirnya mati.
Efek lethal/mematikan tersebut bisa dalam beberapa hirupan ataupun hanya dalam 1 hirupan, tergantung konsentrasi H,S.